Seleksi Jabatan di Subulussalam: Rekayasa Politik Balas Budi atau Miritokrasi

SYAHBUDDIN PJ

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 17:33 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, | Portal Singkil online ~ Seleksi terbuka (open bidding) jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam tengah menjadi sorotan publik. Proses yang seharusnya menjunjung asas transparansi, meritokrasi, dan profesionalitas itu kerap dinilai tidak steril dari tarik-menarik kepentingan politik domestik.

Sejumlah pihak menyoroti adanya indikasi bahwa seleksi jabatan kerap dipengaruhi oleh faktor kedekatan politik, loyalitas, maupun afiliasi personal dengan elite daerah, bukan semata-mata berdasarkan kompetensi dan rekam jejak birokrasi. Banyaknya lowong Jabatan dilingkungan Kita Subulussalam namun sejauh ini hanya 5 seleksi terbuka padahal menutut sumber intenal teras pejabat kota Subulussalam menyatakan ” Ini sama saja dilakukan pemborosan anggaran. Harusnya semua jabatan yang masih lowong di semua SKPK serentak diadakannya seleksi terbuka. Ini hanya perdialan suka dan tidak suka atas kepentingan politik balas budi. Bukan untuk efisiensi anggaran atau ingin menempatkan jabatan seseuai kebutuhan daerah. Kata Sumber di lingkungan pemko kota Subulussalam. bahwa seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Kota Subulussalam tahun 2025 dibuka hanya untuk enam SKPK.

Enam SKPK tersebut adalah:

1. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK)

2. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB)

3. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)

4. Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)

5. Inspektorat

6. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar)

Rano Saraan Kepala BKPSDM Kota Subulussalam saat dimintai tanggapnnya terkait seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Kota Subulussalam tahun 2025 masih bungkam atas dugaan adany rekayasa diseleksi terbuka JPT tersebut.

ASN Profesional di Persimpangan

Beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Subulussalam mengaku, dalam praktiknya seleksi terbuka sering kali dipersepsikan sebagai “formalitas”. Meski panitia seleksi melibatkan unsur akademisi dan lembaga independen, keputusan akhir tetap berada di tangan pejabat pembina kepegawaian (walikota) Subulussalam.

“Kalau hanya formalitas, ASN jadi ragu: apakah harus profesional mengejar prestasi atau justru fokus membangun kedekatan politik,” ujar seorang ASN yang enggan disebutkan namanya.

Dimensi Politik Domestik

Pengamat politik lokal menilai, proses open bidding di Subulussalam tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik domestik kota kecil ini. Hubungan antara eksekutif, legislatif, dan elite lokal sering kali ikut menentukan siapa yang akan duduk di kursi strategis.

> “Seleksi terbuka jabatan adalah arena di mana kepentingan politik, birokrasi, dan ekonomi lokal bertemu. Jika tidak dikelola secara transparan, ia bisa berubah menjadi alat bagi penguasa untuk mengamankan loyalis, bukan pejabat berintegritas,” kata seorang akademisi Universitas di Aceh.

Publik Menuntut Transparansi

Masyarakat sipil dan media lokal mendorong agar proses seleksi benar-benar dilakukan terbuka:

Publikasi daftar peserta dan hasil nilai uji kompetensi.

Keterlibatan lembaga pengawas independen.

Jaminan bahwa hasil akhir tidak bisa dipolitisasi.

Ujian Bagi Pemerintahan Kota

Seleksi terbuka jabatan di Subulussalam kini menjadi ujian serius bagi pemerintah kota: apakah benar-benar berkomitmen terhadap reformasi birokrasi atau masih terjebak dalam praktik politik balas budi. Mudah mudahan akademisi dan panitia independen tidak mudah di suap atau diintervensi elet politik kota Subulussalam.

Jika proses ini bersih, maka akan menjadi preseden positif bagi kota yang baru berusia belasan tahun ini. Namun bila kembali dinodai kepentingan politik, kepercayaan publik terhadap birokrasi Subulussalam bisa semakin merosot.[Redaksi]

Berita Terkait

GAMPAS Desak Audit Dugaan Penyimpangan Dana BOS SDN Mandumpang Selama 8 Tahun: Sekolah Masih Memprihatinkan, Jadi Ke Mana Alokasi Anggaran?
Tragedi Subuh di Aceh Singkil: Pemuda Disabilitas Lolos dari Maut Setelah Diterkam Buaya
Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Lapas Labuhan Ruku Tegaskan Komitmen Transparansi Informasi
Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif
Tanggapan Resmi Atas Pemberitaan Negatif Terkait Meninggalnya Tahanan
Kalapas Binjai Perkuat Sinergitas dengan Polres Binjai, Bahas Pengamanan hingga Latihan Menembak Bersama
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polsek Tapung Hilir Bina Petani Sukseskan Ketahanan Pangan Kampar
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:49 WIB

Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:02 WIB

Peredaran Sabu di Semadam Digagalkan, Dua Pelaku Berhasil Diamankan

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:28 WIB

Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara

Senin, 22 Juni 2026 - 16:15 WIB

“Jangan Biarkan Sekecil Apa Pun Narkoba Masuk ke Hidup Kita” Polres Aceh Tenggara Amankan Pelaku Sabu di Babussalam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:26 WIB

Gerak Cepat! Kurang Dari 24 Jam, URC Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curas

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:29 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:41 WIB

Sempat Jadi Sasaran Amukan Massa, Pelaku Curas Berhasil Diamankan Tim URC Polres Aceh Tenggara

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:48 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek, Perkuat Kinerja Organisasi Menuju Polri Presisi

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Peredaran Sabu di Semadam Digagalkan, Dua Pelaku Berhasil Diamankan

Selasa, 30 Jun 2026 - 14:02 WIB