“Residivis BBM Ilegal Bangkit Lagi: Bisnis Haram Jalan Terus, Penegakan Hukum Dipertanyakan”

SYAHBUDDIN PJ

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:28 WIB

50147 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BOGOR –portalsingkil.online. net.Praktik penjarahan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar Bersubsidi di Kabupaten Bogor kembali menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Alih-alih berhenti setelah diterpa sorotan publik dan pemberitaan investigatif yang viral, jaringan mafia solar justru semakin terang-terangan beroperasi, seolah menantang hukum dan kewibawaan negara.

Di lokasi yang sama seperti pemberitaan sebelumnya, sebuah gudang di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Cileungsi, kembali menjadi pusat aktivitas ilegal. Satu unit truk Fuso berkepala coklat, bak hitam, terpal hijau tua, bernomor polisi seri DN, terpantau keluar-masuk area gudang tanpa hambatan berarti. Fakta ini menegaskan satu hal: penindakan hukum nyaris tak menyentuh jaringan ini.

Cileungsi, Episentrum Mafia BBM Subsidi
Kecamatan Cileungsi kembali menguat sebagai episentrum dugaan operasi mafia BBM subsidi di Jawa Barat. Aktivitas ini tidak lagi dapat dipandang sebagai pelanggaran insidental, melainkan kejahatan energi yang terstruktur, sistematis, dan terorganisir, dengan pola distribusi yang berulang dan berkelanjutan meski telah berulang kali diungkap media.

Investigasi lanjutan per Januari 2026 menemukan praktik pelangsiran bio solar subsidi menggunakan kendaraan bertangki modifikasi yang dikenal sebagai mobil “heli”. Armada ini diduga rutin menguras BBM subsidi dari sejumlah SPBU di wilayah Bogor, Gunung Putri, hingga Klapanunggal, memanfaatkan lemahnya pengawasan kuota dan distribusi. Solar subsidi yang seharusnya menjadi penopang ekonomi rakyat kecil justru disulap menjadi komoditas bisnis ilegal bernilai miliaran rupiah.

Gudang Transit dan Modus Kamuflase Korporasi BBM hasil pelangsiran dikonsolidasikan di gudang Jalan Raya Narogong, Desa Cileungsi Kidul, sebelum dialihkan ke jalur distribusi non-subsidi. Di lokasi ini kembali teridentifikasi tangki industri biru-putih bertuliskan PT Srikarya Lintasindo (PT SKL), yang diduga kuat digunakan sebagai modus kamuflase agar BBM subsidi terlihat sebagai BBM industri legal.

Penelusuran tim media mengungkap bahwa secara administratif PT tersebut tercatat atas nama Andre. Namun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Andre justru mengarahkan media untuk menghubungi H. Anwar dan Sopian. Tidak ada bantahan, tidak ada klarifikasi substansial—hanya pengalihan tanggung jawab yang kian menguatkan dugaan penggunaan badan usaha sebagai tameng kejahatan.

Sopian bahkan mengakui bahwa aktivitas gudang melibatkan banyak pihak, namun menegaskan bahwa kendali utama dan sumber dana tetap berada pada satu nama: H. Anwar. Pernyataan ini mematahkan dalih seolah-olah operasi hanya dilakukan oleh sopir atau transportir semata.

Jaringan Rapi, Aktor Lama, Pola Lama
Distribusi BBM ilegal ini diduga berasal dari bio solar subsidi dan minyak ilegal tanpa asal-usul jelas, dikumpulkan dari berbagai titik penimbunan, lalu disalurkan ke gudang-gudang industri. Rantai distribusi gelap ini disebut telah berjalan hampir satu tahun penuh.

Struktur jaringan terbilang rapi Bontot sebagai pengendali lapangan, Iki Dod mengatur operasional dan distribusi,
H. Anwar disebut sebagai pemodal utama sekaligus pemilik sarana penampungan BBM industri.

Nama H. Anwar bukanlah sosok baru. Ia diketahui merupakan residivis kasus BBM ilegal yang pernah diproses hukum di Polres Bogor. Namun kini, ia kembali muncul sebagai aktor sentral, seolah membuktikan bahwa hukuman sebelumnya tak memberi efek jera

Hukum Dipertanyakan, Aparat Disorot
Operasi ilegal ini terus berjalan meski gudang berada di jalur utama dan kendaraan berat keluar-masuk setiap hari. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tajam dari publik: Apakah aparat penegak hukum tidak mengetahui, pura-pura tidak tahu, atau justru mengetahui namun membiarkan?

Secara hukum, praktik ini jelas melanggar UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta KerjaPasal 55 mengancam pelaku dengan pidana penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar Dengan struktur peran yang jelas, seluruh aktor—dari lapangan hingga pemodal—dapat dijerat pidana penyertaan.

Penggunaan sarana korporasi juga membuka ruang pidana korporasi, termasuk pencabutan izin, penyitaan aset, dan denda besar jika terbukti digunakan untuk menunjang kejahatan.

Ujian Bagi Negara Kasus ini menjadi ujian serius bagi Polsek Cileungsi, Polres Bogor, Polda Jawa Barat, Mabes Polri, BPH Migas, dan Pertamina. Tanpa audit menyeluruh terhadap SPBU dan jalur distribusi, subsidi negara akan terus dijarah mafia energi.

Penyalahgunaan BBM subsidi adalah perampasan hak rakyat dan sabotase kebijakan energi nasional. Per Januari 2026, publik tidak lagi menunggu retorika. Yang ditunggu adalah tindakan nyata.

Jika hukum kembali tunduk, maka mafia solar akan terus menjadikan subsidi negara sebagai ladang emas, sementara aparat penegak hukum dipertanyakan integritas dan keberpihakannya.

Lembaga Aliansi Indonesia Bersama RJN menegaskan:
“Kami tidak akan tinggal diam.”

Reporter : Redaksi

Berita Terkait

Penyerahan Mobil BUMDes Pasir Belo Jadi Jawaban Atas Isu yang Sempat Beredar di Publik
Momen Langka di Subulussalam, Kapolda Aceh dan Para Tokoh Daerah Tunjukkan Kekompakan dan Kehangatan
Penuh Adat dan Kekompakan, Kedatangan Kapolda Aceh di Mapolres Subulussalam Jadi Sorotan Publik
Memanas! PKS PT Ensem Lestari Diduga Masih Beroperasi Meski Izin Dicabut, LSM Desak APH Bertindak Tegas
Kacabdin Pendidikan Subulussalam Apresiasi Prestasi Gemilang Siswa SMAN 1 Simpang Kiri
Dari Kota Subulussalam ke Istana Negara, Imam Nawawi Siap Harumkan Nama Aceh Banjir Prestasi! Kepemimpinan Sukri Bawa SMAN 1 Simpang Kiri Bersinar di Tingkat Nasional
Dukung Program Indonesia ASRI, Brimob Aceh Laksanakan Manajemen Kebersihkan Di Area Puskesmas Penanggalan
Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:49 WIB

Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:02 WIB

Peredaran Sabu di Semadam Digagalkan, Dua Pelaku Berhasil Diamankan

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:28 WIB

Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara

Senin, 22 Juni 2026 - 16:15 WIB

“Jangan Biarkan Sekecil Apa Pun Narkoba Masuk ke Hidup Kita” Polres Aceh Tenggara Amankan Pelaku Sabu di Babussalam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:26 WIB

Gerak Cepat! Kurang Dari 24 Jam, URC Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curas

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:29 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:41 WIB

Sempat Jadi Sasaran Amukan Massa, Pelaku Curas Berhasil Diamankan Tim URC Polres Aceh Tenggara

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:48 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek, Perkuat Kinerja Organisasi Menuju Polri Presisi

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Peredaran Sabu di Semadam Digagalkan, Dua Pelaku Berhasil Diamankan

Selasa, 30 Jun 2026 - 14:02 WIB