Aceh Singkil | portalsingkil online.net ~ Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, secara resmi meluncurkan gerakan filantropi masif bertajuk “Sehari Seribu” melalui Kotak Infak Nahdlatul Ulama (KOIN NU). Peresmian yang berlangsung pada Rabu (13/05/2026) ini menandai babak baru penguatan jaring pengaman sosial berbasis kerakyatan di Bumi Syekh Abdurrauf As-Singkil.

Acara simbolis penyerahan kotak KOIN NU oleh Bupati kepada jajaran PCNU Kabupaten Aceh Singkil tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata Pemerintah Daerah dalam mendukung inisiatif kemandirian finansial umat yang digagas oleh para ulama.

Dalam orasi kebangsaannya, H. Safriadi menegaskan bahwa Gerakan Sehari Seribu adalah manifestasi nyata dari kekuatan gotong royong. Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir bahwa perubahan besar harus dimulai dari angka yang besar.
“Gerakan ini bukan sekadar pengumpulan uang receh. Ini adalah kekuatan kolektif untuk menyelesaikan persoalan mendasar di tengah masyarakat. Konsistensi adalah kunci; jangan lihat kecil nominalnya, tapi lihatlah dampak raksasa yang dihasilkan jika kita bergerak bersama,” tegas Safriadi Oyon di hadapan para tokoh masyarakat dan kader NU.
Dana yang terhimpun melalui manajemen KOIN NU akan dialokasikan secara transparan dan akuntabel ke dalam tiga sektor krusial pembangunan manusia:
1. Pendidikan Berkeadilan: Memastikan tidak ada anak Aceh Singkil yang putus sekolah melalui bantuan biaya pendidikan bagi keluarga prasejahtera.
2. Akses Kesehatan Darurat: Memberikan santunan cepat dan fasilitasi layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis segera.
3. Filantropi Sosial: Intervensi langsung terhadap masalah kemiskinan ekstrem dan penyaluran bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana atau situasi darurat.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa pola pemberdayaan ini mengadopsi konsep bottom-up, di mana kekuatan finansial dibangun dari internal daerah tanpa harus selalu bergantung pada bantuan eksternal.
“Ini adalah gerakan murni dari masyarakat untuk masyarakat. Dengan menyisihkan seribu rupiah setiap hari, kita sebenarnya sedang membangun benteng ekonomi yang kokoh untuk saling menopang satu sama lain,” tambahnya.
Penyerahan KOIN NU ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya budaya filantropi yang lebih sistematis dan terorganisir di Aceh Singkil. Sinergi antara program kemasyarakatan PCNU dengan visi Pemerintah Kabupaten diharapkan mampu mempercepat terciptanya kesejahteraan yang merata dan berkeadilan di seluruh pelosok daerah.
Melalui gerakan ini, Aceh Singkil membuktikan bahwa kedaulatan sosial dapat dicapai melalui langkah sederhana yang dilakukan secara berjamaah.{*}
Laporan: Khalikul Sakda























